“Bonek” Indonesia : Kurang lebihnya Mohon Dimaafkan
28 Jan

Kalau ada yang bertanya siapa penggemar sepakbola yang paling gila dan fanatic di dunia, mungkin Cuma dua jawabannya bonek dan holigan. Bedanya adalah holigan adalah fanatisme berlebihan rakyat inggris pada klub sepakbola negaranya. Sedangkan bonek adalah “penuhanan” klub lokal bernama persebaya yang begitu gila.
Menengok kepada fans paling fanatisme bernama bonek maka fans ini adalah kumpulan manusia yang paling di hujat di indonesia. Sering membuat ulah, membuat onar, memprovokasi kerusuhan, mengancam ketertiban, semua di nisbatkan kepada ribuan pendukung bonek mania dari jawa timur. Tengok saja saking kesalnya masyarakat kepada bonek mania ketika pertandingan persebaya melawan persib beberapa hari yang lalu, ribuan masyarakat solo tumpah ruah dengan bom molotov, batu, kerikil untuk menghadang arus bonek”yang katanya” sangat meresahkan dan mengganggu masyarakat solo dan sekitarnya. Ketika ribuan bonek yang baru saja melawat ke bandung untuk menonton tim kesayangannya melewati kota solo, ribuan batu dengan berbagai macam ukuran serta bom molotov berseliweran menghantam kereta api pasundan.
Tidak hanya itu, selain bersitegang dan tidak akrab dengan masyarakat di tempat lain, bonek juga bahkan tidak akur dengan kawan sedaerah yaitu aremania malang. Kisah tidak akurnya pendukung persebaya dan arema malang memang bukan cerita baru namun sudah lama. Entah darimana cerita tidak beresnya hubungan ini dimulai namun sampai sekarang ketidakwajaran ini masih terlihat. Coba tengok berita yang dimuat oleh detiksport.com tentang bonek.
“PSSI membentuk tim investigasi terkait kerusuhan yang dilakukan Bonek. Tim ini diberi waktu dua minggu untuk mengusut tuntas tingkah polah fans Persebaya tersebut saat laga tandang lawan Persib di Bandung.
Itulah hasil rapat Komite Eksekutif yang dilakukan Senin (25/1/2010) malam WIB. Tim investigasi tersebut terdiri dari lima orang yang diketuai Rusdi Taher, dengan wakil M.Zein, sekretaris Mafirion dan dua anggota, Rafli Razak dan Ashar Suryobroto.
“Tim tersebut akan diberi waktu dua minggu dari sekarang untuk mengusut kasus ini,” ungkap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada wartawan di Kantor PSSI, Senayan.
Setidaknya ada empat hal penting yang akan dibahas dan ditelaah oleh tim investigasi itu. Yang pertama adalah kenapa Bonek bisa berangkat ke Bandung padahal ada hukuman.
Kedua, seberapa jauh komunikasi antara klub, dalam hal ini Persebaya, dengan suporternya. Ketiga, juga akan dibahas mengapa Bonek selalu berulah. Selain itu, turut dianalisa mengenai penyebab tindak kekerasan terkait Bonek, apakah Bonek memulainya atau sekadar bereaksi saja.
Soal sanksi yang akan diberikan, Nurdin menjelaskan kalau hal tersebut akan diputuskan setelah tim melakukan investigasi Jakarta-Surabaya-Jakarta.
Sebelumnya Persebaya dikenakan sanski tak boleh didampingi suporter selama dua tahun. Namun, saat Bajul Ijo hendak bertandang ke Persib Bandung, Bonek tetap berangkat dan malah membuat rusuh.
Tidak ada yang salah dari bonek, sebuah kefanatikan menurut saya merupakan sebuah usaha untuk memberikan sesuatu yang terbaik pada sesuatu yang dicintainya. Namun banyak hal mungkin yang belum dilakukan misalnya pembinaan secara berkelanjutan. Sebaiknya klub tidak hanya memikirkan bagaimana merekrut pemain, membangun stadion tapi bagaimana membentuk mental “pemain kedua belas” di lapangan menjadi jiwa jiwa fanatik tetai tetap memperhatikan nilai-nilai sosila kemasyrakatan.
Tidak rindukah kita dengan suasana stadion yang nyaman, pertandingan yang mengesankan. Bisa membawa keluarga, pacar atau bahkan anak-anak kita ke dalam stadion. Bisa ketawa tanpa harus berpikir ada yang timpuk-timpukan di belakang kita. Bagaimana mungkin kita berharap untuk bisa menjadi tuan rumah piala dunia 2022 kalau pekerjaan rumah saja tidak bisa kita selesaikan dengan baik. Bisa-bisa inggris lawan indonesia, terus indonesia di bantai 1000 – , indonesia jadi lautan api
Tapi apakah ini semua kesalahan suporter dalam hal ini bonek. Perlu kita ingat bahwa sebenarnya banyak bonek di indonesia. Ada “bonek” jakarta, bandung, jayapura dan semua juga pernah dan sering melakukan tindakan anarkis. PSSI harus berbenah, bukan hanya ngomong, membentuk komisi untuk investigasi. PSSI sebagai sebuah induk olahraga harus mulai berpikir banyak ketidakberesan yang terjadi di tubuh PSSi sehingga perlu banyak perbaikan. Mulai dari ketidakwarasan wasit yang memang banyak dituding sebagai biang keladi sebuah kekalahan dari tim. Prasangka ini banyak yang salah namun banyak juga yang betul. Namun banyakan betulnya, artinya kasus suap di antara tim tuan rumah dan wasit…Hmmmmh, kurang kali ya wasitnya di gaji???(hehehehhehehe).
Artinya apa, jangan pernah salahkan bonek baik yang berbaju hijau itu, atau yang berbaju orange, merah, kuning, merah garis hitam. Tapi setidaknya PSSI sendiri mulai berbenah biar persepakbolaan indonesia bisa maju. tengok saja kekalahan indonesia hampir di semua even sepakbola, tengok saja ketidaksiapan PSSI dalam mengelola liga indonesia dan copa indonesia…makanya jangan salah kalo pendukung berulah dan jangan salahkan sponsor yang kemudian melarikan diri.
Hidup “Bonek-bonek indonesia”, baik yang berbaju hijau, merah, kuning, orange atau apalah…dan hidup pesepakbolaan indonesia di masa mendatang.